image description

Kisah Penjual Jamur Beralas Terpal Menabung Untuk Ibadah Umroh

Bismillahirrahmanirrahim,

Pergi ke Tanah Suci adalah impian semua muslim di Dunia. Dengan tekad dan niat yang kuat untuk umroh, insyaAllah jalannya akan dipermudah oleh Allah SWT. Tak terkecuali Dimas, 21 tahun. Tidak sebentar waktu yang Dimas butuhkan untuk menyisihkan Rupiah demi Rupiah, membuktikan tidak hanya orang mampu saja yang mampu beribadah Umroh.Keinginan Dimas untuk berangkat ke Tanah Suci sudah sedari dulu. Untuk mewujudkan harapannya, Dimas menyisihkan sebagian penghasilannya dari hasil berjualan jamur di pasar. Melihat kondisi fisik hingga perjuangan Dimas untuk berangkat dari hasil menabung bertahun-tahun membuat kami terkesan melihatnya.

Terik matahari yang menyengat kulit tak jadi halangan untuk meneruskan pekerjaannya, menjual jamur bersama orangtuanya di pasar tanpa kios, dibantu satu buah meja dan beralas terpal. Dimas mendapat bagian untuk menjual jamur basah dan orangtuanya berjualan jamur yang kering. Sehari Dimas dapat menjual sekitar 8 kg-an jamur. Bertahun kemudian, akhirnya Dimas bisa mengumpulkan uang dan berhasil pergi ke Tanah Suci. Dimas berangkat pada tanggal 26 September dengan Madani Tour embarkasi Surabaya menggunakan maskapai Lion Air. Melalui paket ini, Dimas selama menjalankan Ibadah Umroh mendapatkan fasilitas seperti; menginap di hotel Rawdah Suites Madinah dan Ramada Al Fayzeen Makkah. Tour Mekkah Madinah dengan perjalanan bersejarah di Jeddah. Pelayanan Ibadah Umrah oleh Muthawwif di sana. Serta transportasi dengan Bus Al Wesam.

Melihat semangat Dimas yang luar biasa serta melihat kondisi fisiknya maka Alhamdulillah dengan rezeki yang tak terduga, Madani memberikan potongan 50% sehingga Dimas dapat membeli kursi dorong yang memudahkan Dimas dan sekeluarga untuk beribadah umroh selama di Tanah Suci dan juga untuk membeli kebutuhan Dimas lainnya.

Oleh karena itu, ketika kita berdoa dan doa yang kita panjatkan belum dikabul. Bersabarlah Sahabat, karena Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hambaNya. Demikianlah yang terjadi pada Dimas, keberangkatan umrahnya yang tertunda beberapa kali, telah digantikan oleh Allah dengan sesuatu yang lebih indah, yaitu dengan memberangkatkan seluruh keluarganya. Demikianlah sepenggal kisah Dimas tentang Doa, Usaha, dan Tawakal serta bersabar.

Mudah-mudahan kisah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dan kepada Sahabat Madani pada khususnya.